aku disini terkapar akan segala tangisan dan pengalaman yang sangat mendera batin, ketika aku menangkap keraguan ku akan adanya tuhan aku sering lebih pasrah akan adanya ketidak adilan. sekian banyak orang disekitarku persisi sama dengan aku, aku lebih memilih diam bahkan menangis karena tidak berdaya untuk menampar keresahan mereka. aku, kamu dan mereka kita dalam satu garis bawah kemiskinan yang tak pernah ada akhirnya.
akan sampai kapankah ini semua berakhir, dan ketika aku menemui segala keindahan siang sehabis tidur kesiangan , aku sering kali merasa berdosa , karena meninggalkan shalat shubuh yang diperintahkan oleh tuhan yang maha esa. tak ada bedanya aku sama kamu kita terbebani oleh garis hidup yang sangat lelah.
sampai kapankah kita beranjak sadar menemukan kehidupan yang sangat indah di mata mereka yang sangat mahir menertawakan kita untuk hidup yang lebih damai.
aku kamu dan mereka kita harus bangkit diatas cinta .